Tampilkan postingan dengan label Pestisida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pestisida. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2012

Pestisida

Pembasmi hama atau pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. dalam bahasa sehari-hari, pestisida seringkali disebut sebagai "racun".


Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa
  • insektisida (serangga)
  • fungisida (fungi/jamur)
  • rodensida (hewan pengerat/Rodentia)
  • herbisida (gulma)
  • akarisida (tungau)
  • bakterisida (bakteri)
  • larvasida (larva)

Upaya Mengurangi Efek Negatif Pestisida

1. Mengurangi residu
Ada beberapa langkah untuk mengurangi residu yang menempel pada sayuran, antara lain dengan mencucinya secara bersih dengan menggunakan air yang mengalir, bukan dengan air diam. Jika yang kita gunakan air diam (direndam) justru sangat memungkinkan racun yang telah larut menempel kembali ke sayuran.

Berbagai percobaan menunjukkan bahwa pencucian bisa menurunkan residu sebanyak 70 persen untuk jenis pestisida karbaril dan hampir 50 persen untuk DDT. Mencuci sayur sebaiknya jangan lupa membersihkan bagian-bagian yang terlindung mengingat bagian ini pun tak luput dari semprotan petani. Untuk kubis misalnya, lazim kita lihat petani mengarahkan belalai alat semprot ke arah krop (bagian bulat dari kubis yang dimakan) sehingga memungkinkan pestisida masuk ke bagian dalam krop.

PESTISIDA NABATI

Jenis hama yang bergerak, terbang dan suka berpindah-pindah, seperti belalang dan walang sangit, relative sulit ditanggulangi dibandingkan dengan jenis hama yang tidak lincah dan tidak berpindah-pindah, seperti beberapa jenis ulat.  Selain itu untuk mengendalikan hama yang bergerak lebih banyak membutuhkan ramuan pestisida nabati.



Jenis-Jenis Pestisida

Berdasarkan Fungsi/sasaran penggunaannya, pestisida dibagi menjadi 6 jenis yaitu:
1
Produk-produk pestisida
  • Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Insektisida juga digunakan untuk memberantas serangga di rumah, perkantoran atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh : basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, diazinon,dll.

Kamis, 24 Mei 2012

Tips Memahami Label Pestisida

Hama dan penyakit pertanian merupakan salah satu masalah yang mendapat perhatian khusus dalam budidaya pertanian. Ia adalah faktor penting penentu keberhasilan panen satu komoditas. Karenanya industri pun menganggap kondisi ini sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Mulailah masuk berbagai macam pestisida untuk menangani serangan hama dan penyakit pada tanaman.